Euro tertekan, Rupiah Melemah
Kekhawatiran terhadap utang yunani membuat euro tertekan, yang ikut memicu penguatan dolar Amerika Serikat terhadap mata uang kawasan, termasuk rupiah. Dalam penutupan transaksi kemarin, rupiah ditutup di level 9.030 per dolar Amerika Serikat atau melemah 25 poin dari posisi penutupan Jumat pekan lalu sebesar 9.005
Analis pasar uang PT Harvest International futures, Tony Maryano, mengatakan pelaku pasar melakukan aksi ambil untung setelah rupiah bergerak di kisaran 9.000 dalam beberapa hari terakhir. ” Akibatnya, rupiah sedikit melemah kali ini, ” kata tony di jakarta kemarin
Meski demikian, rupiah masih memiliki potensi menguat karena pelemahan bersifat terbatas seiring dengan terus masuknya aliran dana asing ke pasar instrumen investasi domestik. “Fundamental ekonomi yang solid dan tingkat suku bunga rupiah serta dolar Amerika yang cukup


